Gue sering denger pepatah 'Don't judge the book from its cover'. Kalo menurut gue lebih tepat 'Don't judge the book from its price', cuma bikin sakit hati kalo beli buku mahal tapi isinya kagak ngarti. Tapi gue bukan mau mengkritik buku saat ini. Gue mau mengkritik cara pandang orang terhadap diri gue. Mereka memberlakukan pepatah 'Judge this girl from her hair'. Menurut gue gak ada hubungan antara rambut dan kepribadian orang mengingat banyak fake hair belakangan ini. Kemaren gue pergi ke salah satu salon terkenal yang biaya cuttingnya lumayan buat 4 kali jatah lunch. Gue mau motong abis rambut gue (efek naeknya harga shampo dan sembako). Disana gue nemu beberapa orang berspekulasi asal tentang gue. Emang penting yah ngobrolin gue? Menurut mereka mungkin penting karena pas gue kesana masih sepi, jadi gak ada bahan gosipan gitu. Pas rambut gue dicuci, tukang cucinya bilang gini:
"Lagi liburan mbak?"
"Ah enggak kok, ntar sore juga kerja"
"Asli mana mbak?"
"Asli bumi kok"
"Ah mbak....maksudnya aslinya dari mana?"
"Dari Bali."
"Oh...orang Bali ya?"
"Emang mas pikir dari mana?
"Saya pikir tamu dari Flores."
(T_T)
"Eh mbak kerja dimana?"
"Di kursus. (mulai bete karena sudah di diskriminasi)
"Oh jadi kerja sambil kursus yah?"
(Alamakk......udah sotoy pake budeg lagi) "Saya kerja di kursus gitu."
"Kursus apa mbak?"
"Kursus menzolimi orang."
"Pake conditioner mbak?"
"Gak. Pake parang ato samurai sekali tebas."
??????????????????????
"Gak usah pake conditioner mas, gak ngefek sama rambut saya. Mendingan dishampoin aja daripada perusahaan situ rugi."
"Trus pake handuk mbak?"
"Emang kalo saya bawa handuk sendiri dapet setengah harga?"
"Enggak."
"Managernya mana seh??????????"
Giliran rambut gue dipotong, hairstylistnya mulai basa basi:
"Dari mana mbak?"
"Dari rumah."
"Maksudnya mbak asalnya dari mana?"
(warning...bip....bip...bip....) "Saya bukan dari Flores."
"Trus?"
"Dari sini, Bali."
"Haduh.......rambutnya kering banget, sering diwarnain ya?"
"Gak pernah."
"Tapi kok coklat kekuningan gini?"
"Warna rambut saya ngikut suasana hati."
"Ah...mana ada gitu. Emang kalo rambutnya bgini, suasana hatinya lagi gemana?"
"Lagi panasssssssss."
"Diangin-anginin mbak biar adem. Ini sering berenang yah?"
"Saya gak bisa renang."
"Kalo rambutnya kayak gini biasanya orangnya suka renang. Kan airnya bikin rambut rusak."
"Kalo saya suka berendam di empang, ngaruh juga?"
"Ngaruh. Makanya airnya harus sering diganti dan jangan terlalu lama rambutnya direndam."
??????????????? (sejak kapan empang bisa diganti airnya??????)
"Pernah dilurusin rambutnya?"
"Enggak."
"Kalo keramas pake conditioner dong mbak."
"Udah."
"Sering creambath ato dimasker dong."
"Udah. Sebulan sekali." (kalo ada duit)
"Hmmmmm......kok aneh. Udah pernah pake perawatan traditional, macam pake santan, daun mangkok ato yang lainnya."
"Udah pernah make air daun kembang sepatu, kemiri gosong, santan, air mawar dan wortel, daun mangkok, jus tomat dan telur. Sekarang rencananya mau coba campuran jus duren dan air daun suji."
"Mbak ini perawatan ato jualan es sih. Yang serius dong merawat rambutnya."
"Saya sangat serius dengan rambut saya sejak kecil. Pantat saya korengan, punggung saya kapalan, saya cuekin. Tapi kalo rambut.........total saya merawatnya. Saya pernah dikejar tetangga karena nyolong mawarnya buat ramuan rambut. Sayur gudeg ibu saya langsung jadi sayur bening karena santannya saya colong. Yang paling serius adalah ibu saya rugi besar dalam jualan kue karena telurnya saya colong terus dan saya ngabisin sekilo jeruk nipis buat ngilangin bau amisnya."
"Mbak............
"Iya?"
"Pantes rambutnya begini."
"Itu anehnya. Justru ketika saya total merawatnya dia jadi tambah gak jelas."
"Mending sekarang ke salon aja yah. Serahkan perawatannya pada ahlinya."
"Udah kok. Sejak kerja saya gak sempat ngurusin rambut, jadi saya bawa ke salon aja. Tapi gak ngefek juga."
"Hmmmmm..........kayaknya....
"Kenapa mas?"
"Kayaknya mbak gak punya pacar yah?"
??????????? "Maksudnya?"
"Biasanya orang kesepian rambutnya tidak berkilau dan kusam kayak mbak ini."
"Perasaan rambut saya udah dari kecil begini."
"Itu kan perasaan mbak saja."
(sepertinya gue malas datang kesini lagi)
"Udah mbak."
(ambil kacamata and liat hasil potongan rambut gue and shock) Loh.....????? Mas???? Kok rambut saya kayak potongan rambut maduratna begini?"
"Kan mbak nyuruh begitu."
"Kan saya udah kasi modelnya dan minta disesuaikan dengan jenis rambut saya."
"Tapi udah kepotong mbak."
"Uuuhhhh......ingat yah mas, level saya sudah tinggi di kursus penzolimian!!!!."
Endingnya gue gak ngasi tip buat hairstylist tak berperasaan itu. Asli tampang gue udah makin tomboy. Dengan sepatu kets, jeans, T-shirt and bagpack and mulut manyun gue keliling mal galeria. Kalo gitu tampilannya, preman pun ga niat menjarah gue. Harus mulai mengeluarkan rok-rok lagi untuk mengimbangi tampang yang udah makin preman, kalo enggak, gue bisa ketukar ma si Ipunk karena potongan rambut kita sebelas duabelas. Kesian orang tua kami, gak ketukar aja ngerepotin apalagi ampe ketukar, sama gue lagi. Pasti langsung ababil bokap wisenya si Ipunk .
Juni 24, 2012
April 15, 2012
Goes oh Goes
Belakangan gue lagi demen goes. Entah karena lagi bosan atau karena masa kecil kurang bahagia. Satu-satunya mahluk yang bisa diajak ngelakuin kegiatan bermanfaat ini adalah tentu saja si Ipunk, mengingat cuma kami berdua lah peninggalan weweef yang masih kreatip mengisi masa muda. Yang lainnya udah pada tua.
Hari minggu gue berencana goes sama Ipunk. Paginya gue udah milih-milih kostum yang tepat buat goes. Gue pakai T-shirt and shorts. karena puanas banget gue tambahi kemeja lengan panjang biar gak perlu pakai jaket. Di awali dengan ngajar sampai setengah hari. Sebelumnya gue pergi ke tempat fotocopy. disana gue ditatap aneh pleh seorang pria, luama kale. Berasa gak pernah liat wanita bercodet aja. atau mungkin dia berspekulasi sendiri penyebab codet gue. Bodo! Gue berangkat ke tempat murid.
In the end of teahing, murid gue nanya, "Miss.....emang gayanya kayak gitu yah?"
"Maksudnya?"
"Gaya bajunya miss emang kayak gitu yah?"
"Gaya gemana?"
"Robek-robek gitu."
"What??????"
"Itu bajunya bolong-bolong."
Sebentar-sebentar.....gue buka kemeja buat ngecekin. Dan dasar syaiton sim salabim, kemeja gue punggunggnya robek-robek. Sepertinya akibat mesin cuci di laundry. Jadi.....dari tadi gue keliling kota kayak gembel????? Pantes aja pria tadi menatap gue lama. Pasti dipikirnya gue mendadak gembel habis tawuran antar geng motor.Haduh....gemana bisa dapet cowo kalo begini. Gue kutuk itu laundry dikomplen semua customernya. Kemeja bagus gue T_T
Sorenya gue and Ipunk jadi goes ke BTDC dari Sanur. Hebat kan. Itulah tandanya kami menerapkan prinsip Insane in corpore sano, didalam jiwa yang sakit terdapat badan yang sehat. Bersepeda itu banyak manfaatnya loh.......:
1. Badan sehat, kaki gempor
2. Murah banget, lebih murah dari nge gym. Ipunk aja udah nge-gym berkali-kali tapi lemaknya masih gentayangan di badannya. Dan sejak goes, dia jadi lebih item (???????)
3. Bisa sekalian tepe-tepe.
4. Disangka masih SMA
5. Tidak akan diciduk polisi seperti geng motor
6. Ga perlu pake helm
7. Bisa memanfaatkan trotoar tanpa kena tilang
8. Bila ban bocor atau sepeda tiba-tiba rusak, bisa langsung digendong atau diseret-seret
9. Bila kepepet uang habis, bisa disewakan kembali tanpa sepengetahuan pemilik pertama. (pastikan uang sewanya double)
10. Yang plg penting, ga kena macet.
Setelah sampai di BTDC dengan bus Sarbagita (untung sepedanya ga dikenai charge nongkrong di bus), kami mulai keliling-keliling sambil (pastinya) foto-foto narsis. Intinya kita keliling ngumpulin godaan pria-pria. Yah....dari cleaning service sampai lifeguard udah kita jambangi. Gue bahkan udah foto-foto di atas tempat pengawasan pantai. Berasa Pamela Anderson kegencet 5 truk pasir di serial Baywatch. Cuma kurang bikini aja, lupa minjem. Lagian kagak ada yang seukuran gue. Adanya cuma bikini dengan gampar sponge bob atau Power Puff Girls.
Oke, disini kita mau menerapkan yang namanya prinsip wanita sesungguhnya. Kita mau agak cewe, kemayu n yah.......biar lebih feminim lah. Sayangnya gue lupa bawa wig panjang. Kan keren pake rambut panjang dengan topi bundar, udah kayak Korea-Korea gitu deh, plus bawa sepeda meliuk-liuk gitu kayak baru belajar. Lalu pura-pura topinya terbang, ngarep ada pria yang menemukannya and gue berterima kasih hingga akhirnya kita kenalan dan tukeran Hape.(uuhhhh....so sweeet)
Ngarep seh ngarep tapi kalo kenyataannya beda 200 derajat, mau ngomong apa. Nyampe di lokasi yang namanya Blow water, rambut gue udah kayak disasak, kurang konde aja. Di ujung karang, gue mau foto dengan pose ala cover albumnya Madona yang rambutnya tertiup angin. Sialnya si Ipunk takut ketinggian. Badan aja yang segede gaban tapi phobia ketinggian. Karena sibuk ngomel-ngomel gue lupa pegang topi dan terbanglah topi pinjeman ke air diantara karang-karang. Gue: speechless. Ipunk: ngakak bahagia. Gue tau itu topi ada talinya. Tapi setelah gue coba pakai, berasa kayak angkatan perang Jepang yang kecekik tali topi. Makanya gue ga pakai talinya. Mau minta tolong siapa yah? Mau pura-pura lemah neh..... Haiyah.......pria-pria disini sibuk fotoan, mana peduli dengan gadis malang ini. Terpaksa........jadi the real me. Gue turun ke karang-karang itu berusaha nyelamatin topi pinjeman (coba ga minjem, gue relain aja). Seketika itu juga phobianya si Ipunk plesiran kemana gitu. Semua pose penyelamatan terhadap topi pinjaman ini diabadikan dengan indah sama si ipunk. Alhasil topinya basah and mesti gue jemur. While drying the hat, kita nontonin orang foto pre-wed. Gue jongkok dengan muka mupeng dan Ipunk kesian banget ngeliatnya. Saking kesiannya sampai dia mnjajakan gue sama orang-orang yang lewat. Pokoknya dia koar-koar kalo pacarin gue gratis sepeda lipat. Bah............
Satu hal yang gue pelajari dari orang-orang sekeliling. Jangan pakai tipi tanpa tali, pakailah helm kayak pria-pria di depan gue. Udah safe, gak terbang, anti nyasak pula.
Balik dari Blow water, gue ngerasa makin ceper aja posisi gue. Cek kali cek ternyata sadel sepeda gue udah turun ke posisi paling rendah. Pantes gue ngerasa macem beruang sirkus aje. Hmmm......kayaknya ini moment dimana gue bisa minta tolong ria cakep malang manapun. Tapi...belom sempet gue milihin rianya, si Ipunk dengan perkasanya dongkrak sepedanya, lalu menyingsingkan lengan baju, push up 5 kali dan mulai neyetel ulang posisi sadel sepeda gue. Yah.....gemana mau dapet cowo kalo masih pertahankan prinsip 'I can do anything without man'. Sepet dah muka gue.
Well, akhirnya kita pulang telat karena bisnya penuh melulu. Karena sudah dikerubuti nyamuk, terpaksa kami melakukan aksi premanisme ketika bis datang. Mengandalkan sepeda, kami menyela kerumunan dengan berteriak 'panas...panas...panass....'. Dan berhasillah kami masuk, tapi gak dapet tempat duduk. Terpaksa dah menerapkan kebiasaan nenek moyak kami: bergelantungan. Yang seru nih....di depan kami ada 2 berondong manis yang juga habis goes and ikut bergelantungan. Awalnya yang gue notice dari salah satu berondong ini adalah kausnya yang bertuliskan 'rexona for men'. Aish........pantes dia pede bergelantungan. Dibayar berapa pula ini anak sama Rexona. Sedangkan gue cuma punya kaus bertuliskan 'Baygon anti rayap'. Gak cocok dipakai pada moment begini. Mestinya gue nyuruh si Ipunk nulisin belakang kaus gue 'Wanita lajang mencari pria ikhlas dan tabah'. Anggap lah iklan berjalan.
Seperti biasa si Ipunk lead the action and gue cuma nimbrung-nimbrung. Jadi betah berdiri..he...he.... Tetapi tak berapa lama kemudian masuklah ibu-ibu kecil tapi perkasa dan gue yakin urat malunya udah putus sejak dia lahir. Dia bawa banyak dagangan plus anak kecil. Dengan rok mini, tank top plus tali BH keluyuran kemana-mana dan topi yang dipakai miring yang berlabelkan suatu kegiatan sosial, si ibu ini langsung koar-koar cerita kegiatannya hari itu dengan salah satu penumpang yang dikenalnya, while anaknya teriak-teriak minta sesuatu. Sambil ngerumpi, sambil dia ambil posisi duduk bersila di lantai bus. Jadi mikir, apa tua nanti gue kayak gini yah pedenya, amit-amit dah ketok-ketok kayu. Sayangnya di bus ini gak ada kayu. Di pemberhentian selanjutnya, makin banyak penaumpang yang masuk. Makin rusuh. Ipunk lenyap entah dimana. Nyangkut di kolong kursi kali. Sedap-sedap kali aroma bapak-bapak di depan gue. Belon lagi dering HaPe-nya pakai lagu dangdut bikin ini bus mirip bus kopaja aje. Kurang ugal-ugalan aja supir bisnya, makin mirip dah. Gue tambah stres pas liat jam udah nunjukin 8.30 malem. Padahal kita janji balikin sepeda ke pemiliknya jam 7. Pasti gue udah dilaporin ke kantor polisi terdekat. Gue yakin foto gue bercodet udah disebar di seputaran Sanur. Headline di koran esok pagi: 'Seorang Manager perusahaan ternama dan seorang guru ditangkap karena berniat menggelapkan sepeda lipat yang sayangnya gagal dilipat pelaku.'
Gue temukan si Ipunk dibelakang lagi duduk. Cek kali cek ternyata dia lagi sibuk nyusun alesan buat si pemilik sepeda. Ada beberapa alasan alternatif:
1. Macet gara-gara kambing nyebrang
2. Gue kegencet pintu toilet
3. Habis jadi relawan dadakan
4. Sepeda gak bisa dilipat
5. Lupa jalan pulang
While choosing the best reason, bus udah nyampe di Sanur. Permasalahan selanjutnya adalah: "Gemana caranya nyebrang ditengah keramaian ini?'
Jalur di daerah ini super ruame and berlaku aturan 'belok kiri jalan terus'. Di perempatan besar gue liat ada beberapa polisi yang lagi ngatur lalu lintas, so gue bilang ke Ipunk biar nyebrangnya di zebra cross aja dan minta bantuan pak polisi buat nyebrangin. Tapi si Ipunk langsung pesimis mengingat dia ngajak gue. Dia yakin begitu liat gue semua polisi itu kabur. Alay banget si ipunk. Polisi kan sahabat masyarakat dan musuh penjahat. Mereka tidak takut siapapun kecuali Tuhan (bagi yang beragama). Pas kita nyampe di zebra cross tiba-tiba gue gak liat satu polisi pun. Lahhhhh..........kemana kaburnya????
"Tuh kan bener gue bilang. Belon liat muka loe aja mereka udah kabur, gemana mereka ngeliat."
"Aishhhh...mereka kok bisa langsung udahan ngatur lantasnya. Eh...itu mereka...."
"Dimane?"
"Ntu...disamping kita parkir motor. Coba teriak biar mereka noleh."
"Ga bakal. Mereka bakal pura-pura gak denger loe."
"Jiahh......gemana kalo teriak tolong...helep..helep...?"
"Gue teriak? Yang ada elu langsung ditangkep disangka mau ganggu gue."
"Hadoh...udah dah Punk. Nyebrang aja."
"Tapi lu yang di pinggir."
"Kalo gue ditabrak tolong beratkan bukti ke polisi itu."
Dan menyebrang lah kami dengan selamat. Cepat-cepat lah kami ngayuh sepeda ke tempat pemilik sepeda sebelum benar-benar terlambat. Setelah meminta maap dengan amat sangat, kami pulang jam 9 malam. Untung ibu itu baik dan untung pula si Ipunk udah sering nyewa disini. Jadi mikir begitu kontrasnya gue ma Ipunk. Ipunk kulitnya gelap dan gue terang. Mukanya Ipunk manis, muka gue sadis. Hatinya sabar, hati gue sangar. Liat Ipunk, semua mendekat and liat gue semua menjauh and bila perlu gak ada di tempat itu. Cocok dah kita pergi bareng. Kalo gue pergi ndiri pasti gak ada yang mau mendekat. Kalo Ipunk pergi ndiri, bahaya. Penjahat pun mendekat. Jadi, kita saling mengisi gitu. Dan yang paling real terlihat adalah: Ipunk punya duit, gue gak. Baiklah...baiklah......Ipunk......mari kita berspeda romantis lagi.
Hari minggu gue berencana goes sama Ipunk. Paginya gue udah milih-milih kostum yang tepat buat goes. Gue pakai T-shirt and shorts. karena puanas banget gue tambahi kemeja lengan panjang biar gak perlu pakai jaket. Di awali dengan ngajar sampai setengah hari. Sebelumnya gue pergi ke tempat fotocopy. disana gue ditatap aneh pleh seorang pria, luama kale. Berasa gak pernah liat wanita bercodet aja. atau mungkin dia berspekulasi sendiri penyebab codet gue. Bodo! Gue berangkat ke tempat murid.
In the end of teahing, murid gue nanya, "Miss.....emang gayanya kayak gitu yah?"
"Maksudnya?"
"Gaya bajunya miss emang kayak gitu yah?"
"Gaya gemana?"
"Robek-robek gitu."
"What??????"
"Itu bajunya bolong-bolong."
Sebentar-sebentar.....gue buka kemeja buat ngecekin. Dan dasar syaiton sim salabim, kemeja gue punggunggnya robek-robek. Sepertinya akibat mesin cuci di laundry. Jadi.....dari tadi gue keliling kota kayak gembel????? Pantes aja pria tadi menatap gue lama. Pasti dipikirnya gue mendadak gembel habis tawuran antar geng motor.Haduh....gemana bisa dapet cowo kalo begini. Gue kutuk itu laundry dikomplen semua customernya. Kemeja bagus gue T_T
Sorenya gue and Ipunk jadi goes ke BTDC dari Sanur. Hebat kan. Itulah tandanya kami menerapkan prinsip Insane in corpore sano, didalam jiwa yang sakit terdapat badan yang sehat. Bersepeda itu banyak manfaatnya loh.......:
1. Badan sehat, kaki gempor
2. Murah banget, lebih murah dari nge gym. Ipunk aja udah nge-gym berkali-kali tapi lemaknya masih gentayangan di badannya. Dan sejak goes, dia jadi lebih item (???????)
3. Bisa sekalian tepe-tepe.
4. Disangka masih SMA
5. Tidak akan diciduk polisi seperti geng motor
6. Ga perlu pake helm
7. Bisa memanfaatkan trotoar tanpa kena tilang
8. Bila ban bocor atau sepeda tiba-tiba rusak, bisa langsung digendong atau diseret-seret
9. Bila kepepet uang habis, bisa disewakan kembali tanpa sepengetahuan pemilik pertama. (pastikan uang sewanya double)
10. Yang plg penting, ga kena macet.
Setelah sampai di BTDC dengan bus Sarbagita (untung sepedanya ga dikenai charge nongkrong di bus), kami mulai keliling-keliling sambil (pastinya) foto-foto narsis. Intinya kita keliling ngumpulin godaan pria-pria. Yah....dari cleaning service sampai lifeguard udah kita jambangi. Gue bahkan udah foto-foto di atas tempat pengawasan pantai. Berasa Pamela Anderson kegencet 5 truk pasir di serial Baywatch. Cuma kurang bikini aja, lupa minjem. Lagian kagak ada yang seukuran gue. Adanya cuma bikini dengan gampar sponge bob atau Power Puff Girls.
Oke, disini kita mau menerapkan yang namanya prinsip wanita sesungguhnya. Kita mau agak cewe, kemayu n yah.......biar lebih feminim lah. Sayangnya gue lupa bawa wig panjang. Kan keren pake rambut panjang dengan topi bundar, udah kayak Korea-Korea gitu deh, plus bawa sepeda meliuk-liuk gitu kayak baru belajar. Lalu pura-pura topinya terbang, ngarep ada pria yang menemukannya and gue berterima kasih hingga akhirnya kita kenalan dan tukeran Hape.(uuhhhh....so sweeet)
Ngarep seh ngarep tapi kalo kenyataannya beda 200 derajat, mau ngomong apa. Nyampe di lokasi yang namanya Blow water, rambut gue udah kayak disasak, kurang konde aja. Di ujung karang, gue mau foto dengan pose ala cover albumnya Madona yang rambutnya tertiup angin. Sialnya si Ipunk takut ketinggian. Badan aja yang segede gaban tapi phobia ketinggian. Karena sibuk ngomel-ngomel gue lupa pegang topi dan terbanglah topi pinjeman ke air diantara karang-karang. Gue: speechless. Ipunk: ngakak bahagia. Gue tau itu topi ada talinya. Tapi setelah gue coba pakai, berasa kayak angkatan perang Jepang yang kecekik tali topi. Makanya gue ga pakai talinya. Mau minta tolong siapa yah? Mau pura-pura lemah neh..... Haiyah.......pria-pria disini sibuk fotoan, mana peduli dengan gadis malang ini. Terpaksa........jadi the real me. Gue turun ke karang-karang itu berusaha nyelamatin topi pinjeman (coba ga minjem, gue relain aja). Seketika itu juga phobianya si Ipunk plesiran kemana gitu. Semua pose penyelamatan terhadap topi pinjaman ini diabadikan dengan indah sama si ipunk. Alhasil topinya basah and mesti gue jemur. While drying the hat, kita nontonin orang foto pre-wed. Gue jongkok dengan muka mupeng dan Ipunk kesian banget ngeliatnya. Saking kesiannya sampai dia mnjajakan gue sama orang-orang yang lewat. Pokoknya dia koar-koar kalo pacarin gue gratis sepeda lipat. Bah............
Satu hal yang gue pelajari dari orang-orang sekeliling. Jangan pakai tipi tanpa tali, pakailah helm kayak pria-pria di depan gue. Udah safe, gak terbang, anti nyasak pula.
Balik dari Blow water, gue ngerasa makin ceper aja posisi gue. Cek kali cek ternyata sadel sepeda gue udah turun ke posisi paling rendah. Pantes gue ngerasa macem beruang sirkus aje. Hmmm......kayaknya ini moment dimana gue bisa minta tolong ria cakep malang manapun. Tapi...belom sempet gue milihin rianya, si Ipunk dengan perkasanya dongkrak sepedanya, lalu menyingsingkan lengan baju, push up 5 kali dan mulai neyetel ulang posisi sadel sepeda gue. Yah.....gemana mau dapet cowo kalo masih pertahankan prinsip 'I can do anything without man'. Sepet dah muka gue.
Well, akhirnya kita pulang telat karena bisnya penuh melulu. Karena sudah dikerubuti nyamuk, terpaksa kami melakukan aksi premanisme ketika bis datang. Mengandalkan sepeda, kami menyela kerumunan dengan berteriak 'panas...panas...panass....'. Dan berhasillah kami masuk, tapi gak dapet tempat duduk. Terpaksa dah menerapkan kebiasaan nenek moyak kami: bergelantungan. Yang seru nih....di depan kami ada 2 berondong manis yang juga habis goes and ikut bergelantungan. Awalnya yang gue notice dari salah satu berondong ini adalah kausnya yang bertuliskan 'rexona for men'. Aish........pantes dia pede bergelantungan. Dibayar berapa pula ini anak sama Rexona. Sedangkan gue cuma punya kaus bertuliskan 'Baygon anti rayap'. Gak cocok dipakai pada moment begini. Mestinya gue nyuruh si Ipunk nulisin belakang kaus gue 'Wanita lajang mencari pria ikhlas dan tabah'. Anggap lah iklan berjalan.
Seperti biasa si Ipunk lead the action and gue cuma nimbrung-nimbrung. Jadi betah berdiri..he...he.... Tetapi tak berapa lama kemudian masuklah ibu-ibu kecil tapi perkasa dan gue yakin urat malunya udah putus sejak dia lahir. Dia bawa banyak dagangan plus anak kecil. Dengan rok mini, tank top plus tali BH keluyuran kemana-mana dan topi yang dipakai miring yang berlabelkan suatu kegiatan sosial, si ibu ini langsung koar-koar cerita kegiatannya hari itu dengan salah satu penumpang yang dikenalnya, while anaknya teriak-teriak minta sesuatu. Sambil ngerumpi, sambil dia ambil posisi duduk bersila di lantai bus. Jadi mikir, apa tua nanti gue kayak gini yah pedenya, amit-amit dah ketok-ketok kayu. Sayangnya di bus ini gak ada kayu. Di pemberhentian selanjutnya, makin banyak penaumpang yang masuk. Makin rusuh. Ipunk lenyap entah dimana. Nyangkut di kolong kursi kali. Sedap-sedap kali aroma bapak-bapak di depan gue. Belon lagi dering HaPe-nya pakai lagu dangdut bikin ini bus mirip bus kopaja aje. Kurang ugal-ugalan aja supir bisnya, makin mirip dah. Gue tambah stres pas liat jam udah nunjukin 8.30 malem. Padahal kita janji balikin sepeda ke pemiliknya jam 7. Pasti gue udah dilaporin ke kantor polisi terdekat. Gue yakin foto gue bercodet udah disebar di seputaran Sanur. Headline di koran esok pagi: 'Seorang Manager perusahaan ternama dan seorang guru ditangkap karena berniat menggelapkan sepeda lipat yang sayangnya gagal dilipat pelaku.'
Gue temukan si Ipunk dibelakang lagi duduk. Cek kali cek ternyata dia lagi sibuk nyusun alesan buat si pemilik sepeda. Ada beberapa alasan alternatif:
1. Macet gara-gara kambing nyebrang
2. Gue kegencet pintu toilet
3. Habis jadi relawan dadakan
4. Sepeda gak bisa dilipat
5. Lupa jalan pulang
While choosing the best reason, bus udah nyampe di Sanur. Permasalahan selanjutnya adalah: "Gemana caranya nyebrang ditengah keramaian ini?'
Jalur di daerah ini super ruame and berlaku aturan 'belok kiri jalan terus'. Di perempatan besar gue liat ada beberapa polisi yang lagi ngatur lalu lintas, so gue bilang ke Ipunk biar nyebrangnya di zebra cross aja dan minta bantuan pak polisi buat nyebrangin. Tapi si Ipunk langsung pesimis mengingat dia ngajak gue. Dia yakin begitu liat gue semua polisi itu kabur. Alay banget si ipunk. Polisi kan sahabat masyarakat dan musuh penjahat. Mereka tidak takut siapapun kecuali Tuhan (bagi yang beragama). Pas kita nyampe di zebra cross tiba-tiba gue gak liat satu polisi pun. Lahhhhh..........kemana kaburnya????
"Tuh kan bener gue bilang. Belon liat muka loe aja mereka udah kabur, gemana mereka ngeliat."
"Aishhhh...mereka kok bisa langsung udahan ngatur lantasnya. Eh...itu mereka...."
"Dimane?"
"Ntu...disamping kita parkir motor. Coba teriak biar mereka noleh."
"Ga bakal. Mereka bakal pura-pura gak denger loe."
"Jiahh......gemana kalo teriak tolong...helep..helep...?"
"Gue teriak? Yang ada elu langsung ditangkep disangka mau ganggu gue."
"Hadoh...udah dah Punk. Nyebrang aja."
"Tapi lu yang di pinggir."
"Kalo gue ditabrak tolong beratkan bukti ke polisi itu."
Dan menyebrang lah kami dengan selamat. Cepat-cepat lah kami ngayuh sepeda ke tempat pemilik sepeda sebelum benar-benar terlambat. Setelah meminta maap dengan amat sangat, kami pulang jam 9 malam. Untung ibu itu baik dan untung pula si Ipunk udah sering nyewa disini. Jadi mikir begitu kontrasnya gue ma Ipunk. Ipunk kulitnya gelap dan gue terang. Mukanya Ipunk manis, muka gue sadis. Hatinya sabar, hati gue sangar. Liat Ipunk, semua mendekat and liat gue semua menjauh and bila perlu gak ada di tempat itu. Cocok dah kita pergi bareng. Kalo gue pergi ndiri pasti gak ada yang mau mendekat. Kalo Ipunk pergi ndiri, bahaya. Penjahat pun mendekat. Jadi, kita saling mengisi gitu. Dan yang paling real terlihat adalah: Ipunk punya duit, gue gak. Baiklah...baiklah......Ipunk......mari kita berspeda romantis lagi.
April 05, 2012
Efek Tomcat
O.K ternyata dr. Maybe is not wrong. Setelah cek ke dokter spesialis, gue dinyatakan kena tomcat. Tapi gue tetep skeptis penyebabnya adalah tom cat karena gue tidak menemukan mahluk itu di kamar dan dokter spesialis ini mendiagnosa gue dari jarak setengah meter tanpa perlu memeriksa gue. Maklum, gretong. Masih keluarga lah. Whatever nama penyakitnya yang penting gue dapat obatnya.
Setelah seharian ngumpetin luka yang keren banget nangkringnya di pipi kanan tepat disebelah hidung, akhirnya gue bosen pakai gaya rambut harajuku dengan poni panjang nutupin muka. Gue gak liat jalan, hidung ketusuk-tusuk rambut, gatel lah. Ya udin gue pakai gaya seperti biasa, persetan apa kata orang. Tapi...honestly....kata-kata orang emang setan banget. Kalau dikumpulin, bikin pengen lempar lembing.
Kata Bobey:
Wuih.........elu kayak Samurai X dong. Bersiaplah dapet samurai. Sapa tau tiba-tiba di gang ada yang ngasi samurai. Cepat siapkan kostum yang tepat karena itu penting banget. Biasanya kan para samurai gitu dikuncir ponny tail gitu rambutnya. Kalau rambut lo ga bisa dikuncir ponny tail, pake shower cap aja. Masih cucok kok. (sejak kapan samurai pakai shower cap??????)
Kata Smart Boy:
Wah............Yakuza datang. Jauh...jauh....
Kata seorang ibu di sekolah:
Haduh.....nak....kamu kenapa? Siapa yang melakukannya? Dimana? Kamu ga kasi cipok ya. Haduh....jangan terlalu mahal, kasi dikit aja lah. (T_T)
Kata seorang teman di sekolah:
Habis cakar-cakaran sama mas mu? Aish.....sadis sekali. (Iya gue habis cakar-cakaran sama mas bakso gara-gara gue minta siomay dikasinya bakso, mana ga boleh kredit lagi)
Kata adik gue:
Wah kakak kayak Harry Potter salah kutuk.
Kata tante gue:
Loh...Tomcat kan sebenarnya baik, temen petani. Dia kan biasanya memakan hama. Mungkin kamu disangka hama, makanya dia coba basmi. Tapi kayaknya dia kapok deh. (Gue??? Muka hama???? Layak dibasmi???? Coba gue browsing alamat si hama, kali kita bisa bersatu to declare a war between human and hama)
Kata orang-orang di pasar yang gak gue kenal:
Busyet.....preman kali ni cewe. Pake codet hasil perang dengan geng motor.
Kata Gue:
Gue bener-bener kayak mak codet, pimpinan ibu-ibu perkasa se RT.
Yang lebih parah lagi, pas gue ke kantor bibi gue buat bawain titipannya dia, satu kantor antre cuma mau liatin codet masterpiecenya si tom cat. Tiap orang gue kenakan biaya 5 rebu. Udah berasa manusia aneh di sirkus-sirkus gitu dah. Besok-besok gue nemu tom cat, gue minta dia bikin luka yang sama di pipi kiri, jadi biar kayak bercucuran air mata. Ato gue suruh di tempat luka yang sama tapi dengan posisi horisontal, biar kayak Frankenstein sekalian. Huh...tinggal mojok di jalan and bawa kaleng. Mungkin sehari bisa dapet 50 rebu. Lumayan
Setelah seharian ngumpetin luka yang keren banget nangkringnya di pipi kanan tepat disebelah hidung, akhirnya gue bosen pakai gaya rambut harajuku dengan poni panjang nutupin muka. Gue gak liat jalan, hidung ketusuk-tusuk rambut, gatel lah. Ya udin gue pakai gaya seperti biasa, persetan apa kata orang. Tapi...honestly....kata-kata orang emang setan banget. Kalau dikumpulin, bikin pengen lempar lembing.
Kata Bobey:
Wuih.........elu kayak Samurai X dong. Bersiaplah dapet samurai. Sapa tau tiba-tiba di gang ada yang ngasi samurai. Cepat siapkan kostum yang tepat karena itu penting banget. Biasanya kan para samurai gitu dikuncir ponny tail gitu rambutnya. Kalau rambut lo ga bisa dikuncir ponny tail, pake shower cap aja. Masih cucok kok. (sejak kapan samurai pakai shower cap??????)
Kata Smart Boy:
Wah............Yakuza datang. Jauh...jauh....
Kata seorang ibu di sekolah:
Haduh.....nak....kamu kenapa? Siapa yang melakukannya? Dimana? Kamu ga kasi cipok ya. Haduh....jangan terlalu mahal, kasi dikit aja lah. (T_T)
Kata seorang teman di sekolah:
Habis cakar-cakaran sama mas mu? Aish.....sadis sekali. (Iya gue habis cakar-cakaran sama mas bakso gara-gara gue minta siomay dikasinya bakso, mana ga boleh kredit lagi)
Kata adik gue:
Wah kakak kayak Harry Potter salah kutuk.
Kata tante gue:
Loh...Tomcat kan sebenarnya baik, temen petani. Dia kan biasanya memakan hama. Mungkin kamu disangka hama, makanya dia coba basmi. Tapi kayaknya dia kapok deh. (Gue??? Muka hama???? Layak dibasmi???? Coba gue browsing alamat si hama, kali kita bisa bersatu to declare a war between human and hama)
Kata orang-orang di pasar yang gak gue kenal:
Busyet.....preman kali ni cewe. Pake codet hasil perang dengan geng motor.
Kata Gue:
Gue bener-bener kayak mak codet, pimpinan ibu-ibu perkasa se RT.
Yang lebih parah lagi, pas gue ke kantor bibi gue buat bawain titipannya dia, satu kantor antre cuma mau liatin codet masterpiecenya si tom cat. Tiap orang gue kenakan biaya 5 rebu. Udah berasa manusia aneh di sirkus-sirkus gitu dah. Besok-besok gue nemu tom cat, gue minta dia bikin luka yang sama di pipi kiri, jadi biar kayak bercucuran air mata. Ato gue suruh di tempat luka yang sama tapi dengan posisi horisontal, biar kayak Frankenstein sekalian. Huh...tinggal mojok di jalan and bawa kaleng. Mungkin sehari bisa dapet 50 rebu. Lumayan
April 01, 2012
PDA
Gue ngerti banget kalo dunia itu milik bersama bukan orang per orang. Gue juga sangat mengerti yang namanya public building bisa dipake sama nenek-nenek ngesot sampe bayi belom bisa merangkak. Tapi bukan berarti mereka bisa seenaknya ngelakuin apapun di tempat umum.
Gue lagi galau. Makan dengan merana disuatu restoran fast food sepi. Temen gak ada, pacar ga punya, selingkuhan apalagi, pulsa habis, muka minyakan, rambut salah potong. Jadi, satu-satunya kegiatan gue selagi makan adalah ngupil. Tangan kanan makan, tangan kiri ngupil. Nah lagi asik-asiknya ngupil gue tengok kanan wahhh..............ada couple yang aneh banget tingkahnya. Diem-dieman tak saling liat and peduli gembel, bukan urusan gue. Selesai makan, tangan kiri gue masih asik dengan tugas mulianya dan tangan kiri gue sibuk sms an gratis dengan Bobey (satu-satunya orang yang masih bisa gue recoki di dunia ini. Percaya deh kalo dia nikah duluan gue lah orang yang paling niat nyekap penghulunya. Takut kehilangan teman setia). Isenglah gue tengok lagi ke kanan. Ajubile.....ya Tuhan ya nenek di surga. Demi bulu ketek adek gue yang gak tumbuh-tumbuh, mereka udah peluk-pelukan sambil kissing. Gue ngerti mereka gak tau gue lagi galau. Gue ngerti kalau dunia serasa milik berdua. Tapi gue gak mau ngerti kalo mereka mesti kissing pas gue ngupil. Hilang kosentrasi gue. Gak bisa......ini gak bisa dibiarkan. Mengganggu kepentingan umum. Gue punya NPWP. Gue bayar pajak tiap belanja. Jadi gue punya hak juga atas tempat umum dan gue sudah merasa terganggu.
Awalnya gue berniat nyodorin koleksi upil gue biar mereka yang kabor. Tapi.....gue punya ide lain. Gue pelototin mereka. Ah tidak...tidak............. Gue pura-pura ngetik tapi kamera laptop gue on. Jadi....gue punya rekaman live show mesum yang bisa gue jual ke penadah. Ha...ha...lumayan tambah sangu di tanggal tua.
O.K ........3.......2.......1................what?????????? Ada 2 kutukupret yang datang dan duduk diantara meja kami dan badannya ngalahin luas kamera gue. Dan yang lebih disayangkan lagi, couple itu pergi karena merasa kemesuman mereka mulai terganggu. Berarti keberadaan gue tidak mengganggu mereka dunk?? Macam panu di pantat aja, gue kagak dianggep.
Lalu, karena maenan gue sudah kabur dan niat ngupil gue juga udah RIP, jadi gue browsing-browsing internet. Diliat-liat kenapa semua profile picture temen-temen gue gendong anak semua? Dari yang paling bejat, paling tidak diperhitungkan, muka apa adanya, semua pada gendong anak.Entah itu anak tetangga ato anak nyolong. Jadi mikir, gemana kalo gue bikin profile picture gue gendong si Gerry, anjing kecil gue. Tapi ah.....itu udah biasa. Gemana kalo gendong gentong ato tempat sampah? Hmmmm seems like pemulung dong. Kalo gendong keranjang jadi mbok jamu dong. Nah....setelah discuss.....gue mau foto gendong Bobey. Tapi karena lemaknya si Bobey 10 x lipat punya gue, jadi Bobey lah yang harus gendong gue. Maunya settingnya di depan air terjun gitu. Pakai selendang rumbai-rumbai. Dan gue mau pake wig rambut panjang di curly dikit biar messy sexy gitu. Trus gue mau pake bra ukuran 38 B dengan spons gel double. Biar lebih panas. Sekalian gue pake stocking jala (ini kayaknya asli gue mau nyolong dari tetangga gue yang nelayan. Dia demen banget jemur jala ikannya di deket kebon gue. Anggep sewa lahan jemur lah). Sebelum pemotretan gue juga harus puasa 2 hari biar perut gue lebih sexy dan punggung harus diamplas sedikit biar panu plus jerawat gue agak rata. Kalau Bobey cukup pakai sarong, kebaya and sanggul. Ini kaitannya dalam rangka memperingati hari Kartini tanggal 21 April nanti. Jadi disini akan terlihat Bobey mewakili Kartini dulu dan gue mewakili Kartini modern. Passs...... Muka loe agak-agak karatan gitu Bey.
Nah...pertanyaannya, siapakah yang mau bantu jadi fotografer dan ngedit picture???? Gue udah beli bandana lucu dari kawat yang lentur banget. Selain berfungsi jadi hiasan rambut, itu juga bisa difungsikan untuk mengancam leher orang. Jadi, itu alternatif gue demi mendapatkan foto profile picture yang bisa bersaing di pasaran.
Wish me luck
Gue lagi galau. Makan dengan merana disuatu restoran fast food sepi. Temen gak ada, pacar ga punya, selingkuhan apalagi, pulsa habis, muka minyakan, rambut salah potong. Jadi, satu-satunya kegiatan gue selagi makan adalah ngupil. Tangan kanan makan, tangan kiri ngupil. Nah lagi asik-asiknya ngupil gue tengok kanan wahhh..............ada couple yang aneh banget tingkahnya. Diem-dieman tak saling liat and peduli gembel, bukan urusan gue. Selesai makan, tangan kiri gue masih asik dengan tugas mulianya dan tangan kiri gue sibuk sms an gratis dengan Bobey (satu-satunya orang yang masih bisa gue recoki di dunia ini. Percaya deh kalo dia nikah duluan gue lah orang yang paling niat nyekap penghulunya. Takut kehilangan teman setia). Isenglah gue tengok lagi ke kanan. Ajubile.....ya Tuhan ya nenek di surga. Demi bulu ketek adek gue yang gak tumbuh-tumbuh, mereka udah peluk-pelukan sambil kissing. Gue ngerti mereka gak tau gue lagi galau. Gue ngerti kalau dunia serasa milik berdua. Tapi gue gak mau ngerti kalo mereka mesti kissing pas gue ngupil. Hilang kosentrasi gue. Gak bisa......ini gak bisa dibiarkan. Mengganggu kepentingan umum. Gue punya NPWP. Gue bayar pajak tiap belanja. Jadi gue punya hak juga atas tempat umum dan gue sudah merasa terganggu.
Awalnya gue berniat nyodorin koleksi upil gue biar mereka yang kabor. Tapi.....gue punya ide lain. Gue pelototin mereka. Ah tidak...tidak............. Gue pura-pura ngetik tapi kamera laptop gue on. Jadi....gue punya rekaman live show mesum yang bisa gue jual ke penadah. Ha...ha...lumayan tambah sangu di tanggal tua.
O.K ........3.......2.......1................what?????????? Ada 2 kutukupret yang datang dan duduk diantara meja kami dan badannya ngalahin luas kamera gue. Dan yang lebih disayangkan lagi, couple itu pergi karena merasa kemesuman mereka mulai terganggu. Berarti keberadaan gue tidak mengganggu mereka dunk?? Macam panu di pantat aja, gue kagak dianggep.
Lalu, karena maenan gue sudah kabur dan niat ngupil gue juga udah RIP, jadi gue browsing-browsing internet. Diliat-liat kenapa semua profile picture temen-temen gue gendong anak semua? Dari yang paling bejat, paling tidak diperhitungkan, muka apa adanya, semua pada gendong anak.Entah itu anak tetangga ato anak nyolong. Jadi mikir, gemana kalo gue bikin profile picture gue gendong si Gerry, anjing kecil gue. Tapi ah.....itu udah biasa. Gemana kalo gendong gentong ato tempat sampah? Hmmmm seems like pemulung dong. Kalo gendong keranjang jadi mbok jamu dong. Nah....setelah discuss.....gue mau foto gendong Bobey. Tapi karena lemaknya si Bobey 10 x lipat punya gue, jadi Bobey lah yang harus gendong gue. Maunya settingnya di depan air terjun gitu. Pakai selendang rumbai-rumbai. Dan gue mau pake wig rambut panjang di curly dikit biar messy sexy gitu. Trus gue mau pake bra ukuran 38 B dengan spons gel double. Biar lebih panas. Sekalian gue pake stocking jala (ini kayaknya asli gue mau nyolong dari tetangga gue yang nelayan. Dia demen banget jemur jala ikannya di deket kebon gue. Anggep sewa lahan jemur lah). Sebelum pemotretan gue juga harus puasa 2 hari biar perut gue lebih sexy dan punggung harus diamplas sedikit biar panu plus jerawat gue agak rata. Kalau Bobey cukup pakai sarong, kebaya and sanggul. Ini kaitannya dalam rangka memperingati hari Kartini tanggal 21 April nanti. Jadi disini akan terlihat Bobey mewakili Kartini dulu dan gue mewakili Kartini modern. Passs...... Muka loe agak-agak karatan gitu Bey.
Nah...pertanyaannya, siapakah yang mau bantu jadi fotografer dan ngedit picture???? Gue udah beli bandana lucu dari kawat yang lentur banget. Selain berfungsi jadi hiasan rambut, itu juga bisa difungsikan untuk mengancam leher orang. Jadi, itu alternatif gue demi mendapatkan foto profile picture yang bisa bersaing di pasaran.
Wish me luck
Maret 28, 2012
Dokter Maybe
Pagi-pagi gue bangun and langsung histeris liat muka gue ada garis merah memanjang dari bawah mata sampai samping bibir. Berasa jadi si Jampang dengan codet di pipi atau seperti Kenshin si samurai X. Sepertinya tanpa sengaja gue mencakar pipi gue sendiri semalam. Tapi.....gue kok gak merasa. Jangan...jangan...tom cat!!!! Gue langsung panic periksa kasur gue, kali nemu binatang bedebah itu. Nihil. Tak ada tom cat, tom & jerry apalagi Tom Cruise. Pas keluar kamar, emak gue ikutan panik. Dia menuduh tom cat telah menodai gue. Karena gue udah duluan histeris dan capek, jadi gue cuma bengong aja liat emak gue ngutuk tom cat sambil bawa sutil. Saking parno nya, emak langsung nyuruh gue ke dokter meski gue muales banget. Trus ke dokter mana? Ke dentist, gak mungkin kan. Ke rumah sakit.......nehi....no..thanks. Antreannya ngalahin tali tambang perahu. Ke dokter spesialis........gak ada buka pagi-pagi. Hah......dengan terpaksa gue ke puskesmas terdekat meski sangat tidak niat ke tempat itu dengan alasan:
1. Pegawainya alay
2. Pada kurang ramah
3. Pada suka pamer and sok high tech padahal gaptek
4. Gue pernah liat dokter mudanya nongkrong di ruang tunggu BBM an doang and pas periksa bokap gue, langsung memvonis stroke, jantung dan penyakit keren laennya. Padahal setelah dicek ke dokter laen ternyata cuma salah minum vitamin.
5. Orang-rangnya demen rebonding (??????? hubungannya?????)
6. Dentistnya meriksa sambil goyang-goyang ngikutin irama lagu dari komputer. Gue heran kenapa ruang doker mesti nyetel lagu, bikin dokternya goyang-goyang gak jelas, apalagi kalau dangdut. Kalau salah bor ato nyabut macam Mr. Bean gemana?
7. Pasien suka terlantar karena pada sibuk ngerumpi
8. Toiletnya susah dibuka
9. Kalo daftar suka luama karena mesti ngecek sejarah alias riwayat berobat kita
10. Gue sering salah masuk ruangan. Mestinya masuk pol umum tapi diseret ke pol anak dan remaja (muka gue emang sering bikin orang salah sangka).
Sampai di puskesmas, gue daftar seperti biasa. Gue males cerita proses daftarnya, bikin manyun tingkat akut. Bayangin aja mereka ngecekin nama bokap gue. Secara nama bokap gue pasaran jadi ada nama yang sama segambreng-gambreng. "Asih siapa ya?"
"Meneketehek pak"
"Kalau Ujang Pakentus?"
"Entahlah."
"Pujiani itu siapanya anda?"
"Haroohhhh......selingkuhan tetangga"
"?????? Kalo Paijan?"
" (*_*) sapi tetangga pak!"
"????????????????????"
No wonder proses daftar mendaftar nya lama. Maklum gratis.
Setelah menunggu 30 menitan, gue mulai frustasi. kenapa orang yang belakangan dateng udah pada pulang??? Emang gue terdaftar gak seh??? Dari naekin satu kaki, 2 kaki, sampai guling-guling nyelonjorin kaki di kursi tamu udah gue lakuin. Tetep, nama gue gak dipanggil-panggil. Mulailah gue berspekulasi. Berdasarkan umur, gue pasti masuk pol umum. Tapi...tidak ada pasien yang keluar masuk pol umum. Yang ada cuma pegawai yang gotong-gotong CPU komputer. Hmmmmmm....sepertinya gue tau kenapa gue terbengkalai. Sistem di puskesmas ini kan internal online (entah apa istilah yang benarnya). Jadi komputer di semua tempat ini terkoneksi. Setelah daftar, data pasien akan masuk ke pol yang dituju. Karena CPU di pol umum digotong-gotong, it means komputernya masih mangkrak which means nama gue belum masuk. So, gue mesti nunggu mereka beresin komputer gitu??????? Ya kalau bisa beres hari itu, kalau mesti nginep di bengkel selama seminggu? Gue seminggu jamuran di ruang tunggu sampai sakit gue sembuh sendiri saking bosennya kagak diobatin. Kalo gue sakit parah gemana? Bisa kena lemparan ranjau darat ini puskesmas.
Setelah duduk nungging, akhirnya nama gue dipanggil. Sampai di dalam terdapatlah seorang dokter muda, cowo lagi. Tapi gue gak niat karena gue selalu skeptis dengan dokter-dokte muda skarang (sorry).
dr : Kenapa?
Gue : Ini baru bangun di wajah langsung ada merah begini, takutnya menyebar.
dr : Apakah gatal?
Gue : Awalnya perih tapi sekarang agak gatal
dr : Ohh......coba cek tensi dulu
Gue : ??????????????? (sejak kapan sakit kulit berkaitan dengan tensi darah)
dr : Tensinya 90, tapi masih normal kok. Coba buka mulut (nyorongin senter ke mulut gue)
Gue : ????????????????? (makin ga jelas)
dr : Coba timbang dulu
Gue : Gak sekalian dok ngecek golongan darah dan tes warna?
dr : Ah yang itu gak perlu
Gue : Trus...ini kenapa dok? (setengah hati)
dr : Sepertinya ini gejala tom cat
Gue : Hah?
dr : Sebenarnya tidak hanya tom cat yang bisa menyebabkannya. Serangga lainnya pun bisa, cuma yang lebih terekspos media adalah si tom cat ini. Jadi kalau mau tidur bersihkan dulu tempat tidurnya.
Gue :Tapi ini bergerigi gitu, ada puih-putihnya
dr : Mungkin serangga lain yang nyengat
Gue : Boleh kena air?
dr : Mungkin boleh. Tapi sebaiknya jangan. Cukup ditekan-tekan dengan kapas basah
Gue : (mulai spaneng karena gue yakin ini bukan akibat serangga. Ciri-cirinya jelas dan sangat haram kena air pada kulit yang terserang penyakit ini)
"Boleh kena angin?
dr : Boleh lah, gemana coba caranya biar gak kena angin
Gue : Ditutup kayak mumi
dr : Mungkin boleh dicoba
Gue : Dokter
dr : Iya?
Gue : Mungkinkah anda dokter?
dr : ????????????????
Pulang-pulang gue langsung ngomel-ngomel sama emak yang udah maksa ke tempat aneh itu. Gue mesti ketemu dr. Maybe dengan analisis serba maybe. Sejak kapan dokter memakai kata maybe. Gini dah kalau skripsi beli, lulus nombok, cari kerjaan juga nombok (sirik: mode on). Sorry banget kalau gue sirik karena yang gue temui kebanyakan hasil-hasil instan yang kurang memenuhi standar kualitas. Gue harap cuma di lingkungan gue yang begitu. Parah kalau seluruh indonesia dokter instant semua. Pada akhirnya gue tetep harus pergi ke spesialis kulit sorenya daripada muka gue coreng moreng forever gara-gara si dr. Maybe.
Skeptislah pada sekelilingmu.
1. Pegawainya alay
2. Pada kurang ramah
3. Pada suka pamer and sok high tech padahal gaptek
4. Gue pernah liat dokter mudanya nongkrong di ruang tunggu BBM an doang and pas periksa bokap gue, langsung memvonis stroke, jantung dan penyakit keren laennya. Padahal setelah dicek ke dokter laen ternyata cuma salah minum vitamin.
5. Orang-rangnya demen rebonding (??????? hubungannya?????)
6. Dentistnya meriksa sambil goyang-goyang ngikutin irama lagu dari komputer. Gue heran kenapa ruang doker mesti nyetel lagu, bikin dokternya goyang-goyang gak jelas, apalagi kalau dangdut. Kalau salah bor ato nyabut macam Mr. Bean gemana?
7. Pasien suka terlantar karena pada sibuk ngerumpi
8. Toiletnya susah dibuka
9. Kalo daftar suka luama karena mesti ngecek sejarah alias riwayat berobat kita
10. Gue sering salah masuk ruangan. Mestinya masuk pol umum tapi diseret ke pol anak dan remaja (muka gue emang sering bikin orang salah sangka).
Sampai di puskesmas, gue daftar seperti biasa. Gue males cerita proses daftarnya, bikin manyun tingkat akut. Bayangin aja mereka ngecekin nama bokap gue. Secara nama bokap gue pasaran jadi ada nama yang sama segambreng-gambreng. "Asih siapa ya?"
"Meneketehek pak"
"Kalau Ujang Pakentus?"
"Entahlah."
"Pujiani itu siapanya anda?"
"Haroohhhh......selingkuhan tetangga"
"?????? Kalo Paijan?"
" (*_*) sapi tetangga pak!"
"????????????????????"
No wonder proses daftar mendaftar nya lama. Maklum gratis.
Setelah menunggu 30 menitan, gue mulai frustasi. kenapa orang yang belakangan dateng udah pada pulang??? Emang gue terdaftar gak seh??? Dari naekin satu kaki, 2 kaki, sampai guling-guling nyelonjorin kaki di kursi tamu udah gue lakuin. Tetep, nama gue gak dipanggil-panggil. Mulailah gue berspekulasi. Berdasarkan umur, gue pasti masuk pol umum. Tapi...tidak ada pasien yang keluar masuk pol umum. Yang ada cuma pegawai yang gotong-gotong CPU komputer. Hmmmmmm....sepertinya gue tau kenapa gue terbengkalai. Sistem di puskesmas ini kan internal online (entah apa istilah yang benarnya). Jadi komputer di semua tempat ini terkoneksi. Setelah daftar, data pasien akan masuk ke pol yang dituju. Karena CPU di pol umum digotong-gotong, it means komputernya masih mangkrak which means nama gue belum masuk. So, gue mesti nunggu mereka beresin komputer gitu??????? Ya kalau bisa beres hari itu, kalau mesti nginep di bengkel selama seminggu? Gue seminggu jamuran di ruang tunggu sampai sakit gue sembuh sendiri saking bosennya kagak diobatin. Kalo gue sakit parah gemana? Bisa kena lemparan ranjau darat ini puskesmas.
Setelah duduk nungging, akhirnya nama gue dipanggil. Sampai di dalam terdapatlah seorang dokter muda, cowo lagi. Tapi gue gak niat karena gue selalu skeptis dengan dokter-dokte muda skarang (sorry).
dr : Kenapa?
Gue : Ini baru bangun di wajah langsung ada merah begini, takutnya menyebar.
dr : Apakah gatal?
Gue : Awalnya perih tapi sekarang agak gatal
dr : Ohh......coba cek tensi dulu
Gue : ??????????????? (sejak kapan sakit kulit berkaitan dengan tensi darah)
dr : Tensinya 90, tapi masih normal kok. Coba buka mulut (nyorongin senter ke mulut gue)
Gue : ????????????????? (makin ga jelas)
dr : Coba timbang dulu
Gue : Gak sekalian dok ngecek golongan darah dan tes warna?
dr : Ah yang itu gak perlu
Gue : Trus...ini kenapa dok? (setengah hati)
dr : Sepertinya ini gejala tom cat
Gue : Hah?
dr : Sebenarnya tidak hanya tom cat yang bisa menyebabkannya. Serangga lainnya pun bisa, cuma yang lebih terekspos media adalah si tom cat ini. Jadi kalau mau tidur bersihkan dulu tempat tidurnya.
Gue :Tapi ini bergerigi gitu, ada puih-putihnya
dr : Mungkin serangga lain yang nyengat
Gue : Boleh kena air?
dr : Mungkin boleh. Tapi sebaiknya jangan. Cukup ditekan-tekan dengan kapas basah
Gue : (mulai spaneng karena gue yakin ini bukan akibat serangga. Ciri-cirinya jelas dan sangat haram kena air pada kulit yang terserang penyakit ini)
"Boleh kena angin?
dr : Boleh lah, gemana coba caranya biar gak kena angin
Gue : Ditutup kayak mumi
dr : Mungkin boleh dicoba
Gue : Dokter
dr : Iya?
Gue : Mungkinkah anda dokter?
dr : ????????????????
Pulang-pulang gue langsung ngomel-ngomel sama emak yang udah maksa ke tempat aneh itu. Gue mesti ketemu dr. Maybe dengan analisis serba maybe. Sejak kapan dokter memakai kata maybe. Gini dah kalau skripsi beli, lulus nombok, cari kerjaan juga nombok (sirik: mode on). Sorry banget kalau gue sirik karena yang gue temui kebanyakan hasil-hasil instan yang kurang memenuhi standar kualitas. Gue harap cuma di lingkungan gue yang begitu. Parah kalau seluruh indonesia dokter instant semua. Pada akhirnya gue tetep harus pergi ke spesialis kulit sorenya daripada muka gue coreng moreng forever gara-gara si dr. Maybe.
Skeptislah pada sekelilingmu.
Maret 21, 2012
How to be more Girly
Setelah sempet chit chat sama si Ipunk sampe pagi (seperti biasa di Mc D sampai subuh), akhirnya kami temukan inti permasalahan kami yang sampai sekarang masih single and not happy anymore. Dipastikan bahwa sikap premanisme dan maskulinitas kamilah yang jadi penyebabnya. Kalo si Ipunk jelas banget keliatan. Secara dia tinggi, item, rambut cepak ala cowok, demen pake jaket kulit and jeans plus sandal jepit. Gandengan sama dia pasti dikira sama jalan sama pacar. Dari segi fisik, yah dia maskulin gitu tapi dalemnya feminim banget. Lah...gue, fisiknya sih cewe. Rambut seleher, muka imut, sering pakai rok, heel, tapi........sifat preman banget. Bila ada yang curi-curi pandang liat gue, langsung dapet pandangan maut. Bila ada yang yang nanya, "Sendiri aja neh?" Pasti dijawab, "Ya iyalah masa sama sapi tetangga." Yah pokoknya sarkas gitu deh.
Akhirnya gue coba browsing-browsing tentang bagaimana cara menjadi lebih feminim. Dan gue temukan beberapa cara untuk menjadi lebih cewe.
1. Bersikaplah yang anggun. Wanita sejati biasanya berjalan seperti mengambang (ini gue mesti ikut kursus ninja gtu????). Tegakkan punggung dikala berjalan, kepala memandang ke depan, dagu diangkat dan berjalanlah menyilang (setelah gue coba ternyata gue seperti anak polio berjalan). Goyangkan pantat sedikit tapi jangan ayunkan tangan karena kalau dilakukan pasti anda akan langsung nari Jaipongan.
2. Harus mempunyai personality yang ceria dan menyenangkan. Tersenyumlah pada setiap orang sehingga orang-orang seolah-olah tertarik untuk meminjam apapun dari anda (bah..........yang ada semua tukang ngutang nyari pinjeman ke gue). Jangan egois atau kejam dan tetaplah ceria meski anda punya masalah. Jangan tertawa ngakak, itu sangat tidak wanita. Jangan tertawa hi..hi..hiii...karena itu so Kunti. Jangan pula tertawa ho...ho...ho.....it's so Santa. Jangan pula hu..hu....hu.....karena hanya akan menambah kemonyongan mulut anda. Dilarang tertawa he..he...he....karena itu tawa sekedar alias tawa tidak tulus. Tertawalah hah.....hah....hah....secara perlahan selama 1 menit, maka konsep anggun pun akan terpenuhi.
3. Jika ada yang membuat masalah dengan anda, jangan langsung menyingsingkan rok. Tenang, tarik nafas 3 kali lalu minum air putih dan pesanlah bakso urat.
4. Jadilah lebih romantis. Selalu baca novel dan puisi romantis. Dengarkan juga lagu-lagu cinta. Dilarang ngefans berat dengan dangdut atau lagu India karena jika ada pria yang bertanya musik favorit dan anda menjawab dengan jawaban musik dangdut atau India, dijamin kalau tidak sakit perut pasti pria itu langsung nyemburin minuman dimulutnya. Bertemanlah dengan puisi-puisi Shakespeare atau novel Harlequin (gue sudah memblacklist kedua-duanya karena sudah terbukti menyebabkan pembacanya jomblo mania)
5. Berhentilah berbicara seperti manusia jaman prasejarah. Maksudnya tidak boleh berbicara keras-keras (karena ada ujian huh...). Berbicara harus ada mannernya agar terlihat lebih lady. Berhenti mengumpat ngumpat atau mengumbar kata 'keparat', 'bedebah', 'mahluk syaiton'. Gantilah dengan 'oopppsss......' atau 'hey, kau orang yang dengan panggilan yang tak boleh disebutkan' (panjang amir. Gak sekalian 'hey, kau orang yang dengan panggilan yang tak boleh disebutkan karena aku sedang menjalani terapi untuk menjadi lebih wanita, jadi waspadalah jika aku sudah menyelesaikan terapi ini')
6. Makanlah dengan anggun. Jangan makan tergesa-gesa apalagi sampai mengotori wajah. Jangan pula makan sambil berlari atau makan jalan, sangat bahaya untuk kesehatan gigi dan gusi. Makanlah perlahan dan hitunglah dalam hati sampai angka 20 ketika mengunyah makanan lalu telanlah. Hindari tulang dan makanan yang keras atau lengket, karena hanya akan memunculkan sikap barbar anda. Duduklah yang tegak, sandarkan punggung dikursi. Jangan melipat tangan karena anda sedang tidak belajar. Jangan pula taruh tangan di kantong, karena kesannya anda sedang menghitung uang secara rahasia. Hindari menaruh tangan di hidung karena sangat jorok. Jangan pula menggaruk-garuk pantat. Bila pantat gatal, goyang-goyangkanlah pantat sebentar dan niscaya gatalnya akan berkurang (tapi ketidakwarasan anda bertambah). Taruhlah tangan di pangkuan dan tersenyumlah dikala mengunyah. Awalnya pasti agak susah dan canggung, tapi percayalah itu akan terlihat begitu menawan dan seperti seorang bangsawan. (dalam hal ini gue benar-benar suka menjadi wanita barbar)
7. Buatlah diary. Selalu tumpahkan isi hati dan semua motivasi diri pada diary anda. Pastikan diary ini disimpan di brangkas dengan kode rumit sehingga tidak bisa ditemukan oleh siapapun. Pastikan anda menulis list orang-orang yang ngutang dengan anda, yang mesti diberi tendangan maut di tempat sepi, dan orang-orang yang telah menyeret anda untuk menjalani semua tips aneh ini.
8. Bacalah majalah wanita. Berhentilah berlangganan komik, majalah porno, majalah pria ataupun majalah sex. Semua koleksi majalah anda terdahulu harap jangan dibuang atau dibakar. Selain dapat menambah polusi dan membahayakan ozon, majalah itu nantinya masih bisa berguna bila diperlukan (especially majalah sex). Jika anda ingin lebih maksimal lagi bertransformasi, kirimkanlah semua majalah tersebut ke penulis. Penulis akan menerima dan menampungnya dengan lapang dada dan hati se ikhlasnya.
O.K semua tips diatas bikin gue nyut..nyut.... Entah si Ipunk mau nurut ini tips ato enggak. Filling gue dia bakal mendemo penulis tips ini. Kalo gue mah cukup vodoo dia dari rumah. Secara semua tipsnya melanggar hak asasi gue sebagai wanita barbar. Kalo tiba-tiba gue jadi feminim mlengsat-mlengsot, bukannya orang-orang makin menjauh karena merasa tubuh gue sudah disabotase oleh alien. Besides, pasti gak ada lagi tulisan-tulisan aneh di blog gue. So, just be yourself. Bruno Mars bilang, "You are beautiful just the way you are." Cherrybelle bilang, "You are beautiful. Kamu cantik dari hatimu." Gue bilang, "Bila tidak ada wanita-wanita bedebah macam gue, maka dunia tidak akan berwarna lagi dan kalian akan lupa cara tertawa. "
Akhirnya gue coba browsing-browsing tentang bagaimana cara menjadi lebih feminim. Dan gue temukan beberapa cara untuk menjadi lebih cewe.
1. Bersikaplah yang anggun. Wanita sejati biasanya berjalan seperti mengambang (ini gue mesti ikut kursus ninja gtu????). Tegakkan punggung dikala berjalan, kepala memandang ke depan, dagu diangkat dan berjalanlah menyilang (setelah gue coba ternyata gue seperti anak polio berjalan). Goyangkan pantat sedikit tapi jangan ayunkan tangan karena kalau dilakukan pasti anda akan langsung nari Jaipongan.
2. Harus mempunyai personality yang ceria dan menyenangkan. Tersenyumlah pada setiap orang sehingga orang-orang seolah-olah tertarik untuk meminjam apapun dari anda (bah..........yang ada semua tukang ngutang nyari pinjeman ke gue). Jangan egois atau kejam dan tetaplah ceria meski anda punya masalah. Jangan tertawa ngakak, itu sangat tidak wanita. Jangan tertawa hi..hi..hiii...karena itu so Kunti. Jangan pula tertawa ho...ho...ho.....it's so Santa. Jangan pula hu..hu....hu.....karena hanya akan menambah kemonyongan mulut anda. Dilarang tertawa he..he...he....karena itu tawa sekedar alias tawa tidak tulus. Tertawalah hah.....hah....hah....secara perlahan selama 1 menit, maka konsep anggun pun akan terpenuhi.
3. Jika ada yang membuat masalah dengan anda, jangan langsung menyingsingkan rok. Tenang, tarik nafas 3 kali lalu minum air putih dan pesanlah bakso urat.
4. Jadilah lebih romantis. Selalu baca novel dan puisi romantis. Dengarkan juga lagu-lagu cinta. Dilarang ngefans berat dengan dangdut atau lagu India karena jika ada pria yang bertanya musik favorit dan anda menjawab dengan jawaban musik dangdut atau India, dijamin kalau tidak sakit perut pasti pria itu langsung nyemburin minuman dimulutnya. Bertemanlah dengan puisi-puisi Shakespeare atau novel Harlequin (gue sudah memblacklist kedua-duanya karena sudah terbukti menyebabkan pembacanya jomblo mania)
5. Berhentilah berbicara seperti manusia jaman prasejarah. Maksudnya tidak boleh berbicara keras-keras (karena ada ujian huh...). Berbicara harus ada mannernya agar terlihat lebih lady. Berhenti mengumpat ngumpat atau mengumbar kata 'keparat', 'bedebah', 'mahluk syaiton'. Gantilah dengan 'oopppsss......' atau 'hey, kau orang yang dengan panggilan yang tak boleh disebutkan' (panjang amir. Gak sekalian 'hey, kau orang yang dengan panggilan yang tak boleh disebutkan karena aku sedang menjalani terapi untuk menjadi lebih wanita, jadi waspadalah jika aku sudah menyelesaikan terapi ini')
6. Makanlah dengan anggun. Jangan makan tergesa-gesa apalagi sampai mengotori wajah. Jangan pula makan sambil berlari atau makan jalan, sangat bahaya untuk kesehatan gigi dan gusi. Makanlah perlahan dan hitunglah dalam hati sampai angka 20 ketika mengunyah makanan lalu telanlah. Hindari tulang dan makanan yang keras atau lengket, karena hanya akan memunculkan sikap barbar anda. Duduklah yang tegak, sandarkan punggung dikursi. Jangan melipat tangan karena anda sedang tidak belajar. Jangan pula taruh tangan di kantong, karena kesannya anda sedang menghitung uang secara rahasia. Hindari menaruh tangan di hidung karena sangat jorok. Jangan pula menggaruk-garuk pantat. Bila pantat gatal, goyang-goyangkanlah pantat sebentar dan niscaya gatalnya akan berkurang (tapi ketidakwarasan anda bertambah). Taruhlah tangan di pangkuan dan tersenyumlah dikala mengunyah. Awalnya pasti agak susah dan canggung, tapi percayalah itu akan terlihat begitu menawan dan seperti seorang bangsawan. (dalam hal ini gue benar-benar suka menjadi wanita barbar)
7. Buatlah diary. Selalu tumpahkan isi hati dan semua motivasi diri pada diary anda. Pastikan diary ini disimpan di brangkas dengan kode rumit sehingga tidak bisa ditemukan oleh siapapun. Pastikan anda menulis list orang-orang yang ngutang dengan anda, yang mesti diberi tendangan maut di tempat sepi, dan orang-orang yang telah menyeret anda untuk menjalani semua tips aneh ini.
8. Bacalah majalah wanita. Berhentilah berlangganan komik, majalah porno, majalah pria ataupun majalah sex. Semua koleksi majalah anda terdahulu harap jangan dibuang atau dibakar. Selain dapat menambah polusi dan membahayakan ozon, majalah itu nantinya masih bisa berguna bila diperlukan (especially majalah sex). Jika anda ingin lebih maksimal lagi bertransformasi, kirimkanlah semua majalah tersebut ke penulis. Penulis akan menerima dan menampungnya dengan lapang dada dan hati se ikhlasnya.
O.K semua tips diatas bikin gue nyut..nyut.... Entah si Ipunk mau nurut ini tips ato enggak. Filling gue dia bakal mendemo penulis tips ini. Kalo gue mah cukup vodoo dia dari rumah. Secara semua tipsnya melanggar hak asasi gue sebagai wanita barbar. Kalo tiba-tiba gue jadi feminim mlengsat-mlengsot, bukannya orang-orang makin menjauh karena merasa tubuh gue sudah disabotase oleh alien. Besides, pasti gak ada lagi tulisan-tulisan aneh di blog gue. So, just be yourself. Bruno Mars bilang, "You are beautiful just the way you are." Cherrybelle bilang, "You are beautiful. Kamu cantik dari hatimu." Gue bilang, "Bila tidak ada wanita-wanita bedebah macam gue, maka dunia tidak akan berwarna lagi dan kalian akan lupa cara tertawa. "
Maret 14, 2012
Ciri-ciri Wanita Desperate
Ciri-ciri wanita paruh baya yang depresi karena pria:
1. Sering ngupil (ini lebih condong ke habit sepertinya)
2. Sering bersihin gigi (please deh....)
3. Sering pake kolor ijo (?????????)
4. Sering lupa nyuci celana dalam ( T_T)
5. Sering pake baju kebalik
6. Sering merobek-robek kertas, terutama kertas utang demi menghilangkan bukti.
7. Sering liat hape, ngarep ada SMS dari yang diharapkan, meski hape udah mati karna lowbat tetep ja ngarep. (ngarep pake merpati pos???)
8. Cuma mau balas SMS tanpa mau SMS duluan. Tapi selalu masang jampi mantra agar seseorang disana mau lebih perhatian.
9. Sering gak punya pulsa (ini mah bokek namanya!!!!)
10. Sering ngintipin tetangga pacaran apalagi kalo sampe mereka berbuat yang diinginkan, pasti langsung nempelin kuping di tembok
11. Sering menyanyikan lagu perjuangan di kamar mandi. Dari maju tak gentar sampai Gugur Bunga hafal.
12. Pasang koyo di pelipis kalo denger lagu-lagu merana macam lagunya bang Rhoma. (Cukup sekali.....aku merasakan....aaaannn....kegagalan cinta....Ya naseb...ya naseb....)
13. Pengen ngebacok temen atas kebenaran petuahnya "Yang membunuh seorang wanita adalah harapannya sendiri"
14. Pengen misahain tangan kiri and tangan kanan temen yang tertawa di atas penderitaan orang laen.
15. Langsung ikut latihan karate
16. Sering update informasi tentang bom bunuh diri terbaik
17. Sering flirting-flirting sama petugas apotek demi ngedapetin racun tikus gratis.
18. Sering dikejar anjing gila.
19. Sering sentimen sama emaknya bila pas makan diliatin terus jumlah nasi yang diambil (emaknya pasti dah desperate karena wanita ini berperan serta mempercepat habisnya beras sekarung. Maklum BBM akan naik, jadi harga beras juga naek.
20. Sering belajar lempar lembing atau sepak takraw (ngaruh ya???)
21. Sering ngasah sajam
22. Sering nyolong tisu kantor
23. Sering minjem sandal jepit tetangga dan sering dibalikin cuma satu.
24. Sering digodain buruh-buruh bangunan dan pemulung.
25. Pastinya sering bikin happy teman-temannya atas kisah hidupnya. (cepet masuk surga neh tipe seperti ini)
Yang nemu cewe dengan ciri-ciri diatas, tolong dijaga dan dilestarikan, bila perlu dibudidayakan karena mereka adalah salah satu obat alternatif terbaik dalam menghilangkan stres akut di perkotaan besar. Nantinya wanita jenis ini bisa diperjualbelikan dengan mahal. Wasalam.
1. Sering ngupil (ini lebih condong ke habit sepertinya)
2. Sering bersihin gigi (please deh....)
3. Sering pake kolor ijo (?????????)
4. Sering lupa nyuci celana dalam ( T_T)
5. Sering pake baju kebalik
6. Sering merobek-robek kertas, terutama kertas utang demi menghilangkan bukti.
7. Sering liat hape, ngarep ada SMS dari yang diharapkan, meski hape udah mati karna lowbat tetep ja ngarep. (ngarep pake merpati pos???)
8. Cuma mau balas SMS tanpa mau SMS duluan. Tapi selalu masang jampi mantra agar seseorang disana mau lebih perhatian.
9. Sering gak punya pulsa (ini mah bokek namanya!!!!)
10. Sering ngintipin tetangga pacaran apalagi kalo sampe mereka berbuat yang diinginkan, pasti langsung nempelin kuping di tembok
11. Sering menyanyikan lagu perjuangan di kamar mandi. Dari maju tak gentar sampai Gugur Bunga hafal.
12. Pasang koyo di pelipis kalo denger lagu-lagu merana macam lagunya bang Rhoma. (Cukup sekali.....aku merasakan....aaaannn....kegagalan cinta....Ya naseb...ya naseb....)
13. Pengen ngebacok temen atas kebenaran petuahnya "Yang membunuh seorang wanita adalah harapannya sendiri"
14. Pengen misahain tangan kiri and tangan kanan temen yang tertawa di atas penderitaan orang laen.
15. Langsung ikut latihan karate
16. Sering update informasi tentang bom bunuh diri terbaik
17. Sering flirting-flirting sama petugas apotek demi ngedapetin racun tikus gratis.
18. Sering dikejar anjing gila.
19. Sering sentimen sama emaknya bila pas makan diliatin terus jumlah nasi yang diambil (emaknya pasti dah desperate karena wanita ini berperan serta mempercepat habisnya beras sekarung. Maklum BBM akan naik, jadi harga beras juga naek.
20. Sering belajar lempar lembing atau sepak takraw (ngaruh ya???)
21. Sering ngasah sajam
22. Sering nyolong tisu kantor
23. Sering minjem sandal jepit tetangga dan sering dibalikin cuma satu.
24. Sering digodain buruh-buruh bangunan dan pemulung.
25. Pastinya sering bikin happy teman-temannya atas kisah hidupnya. (cepet masuk surga neh tipe seperti ini)
Yang nemu cewe dengan ciri-ciri diatas, tolong dijaga dan dilestarikan, bila perlu dibudidayakan karena mereka adalah salah satu obat alternatif terbaik dalam menghilangkan stres akut di perkotaan besar. Nantinya wanita jenis ini bisa diperjualbelikan dengan mahal. Wasalam.
Langganan:
Postingan (Atom)

